Kisah Unik love BIRD AWE WE Pejantan Tangguh Dari Makasar

14.24
[caption id="attachment_1160" align="aligncenter" width="564"]lb-awe_we_indra_kanan_bersama_fitri-indra-andon                          INDRA (KANAN) BERSAMA FITRI BKS (DOK. INDRA ANDONG)[/caption]

Kalau bisanya love bird yang diturunkan diperlomba adalah betin dan Hanya sebagian kecil yang berjenis kelamin jantan. Salah satunya adalah Awe we milik Indra Andong yang kesehariannya tinggal di Samarinda, Kalimantan Timur.

Bisa jadi, Awe we adalah love bird jantan dengan prestasi paling fenomenal. Juara nyeri, hatrik, kuatrik, hingga pentatrik alias 5 kali juara 1 dalam satu lomba, sudah sangat biasa bagi Awe we. Prestasi Awe we diraih di banyak even akbar tahun ini, seperti Batavia Cup Tangerang, Piala Raja Jogja, hingga terakhir di Presiden Cup IV.

Dari mana Indra Andong mendapatkan gacoan sedahsyat Awe we? “Saya dapat dari teman, om Fairin, pemain love bird di Makasar. Di sana memang sudah prestasi, tapi ya belum ngejoss seperti sekarang ini,” ujar Indra.
lovebird-awe-we-terbaik-bersama-pesut-af
Sekarang, dengan penampilan yang begitu memukau dan prestasi yang sudah bisa disebut fenomenal, sudah barang tentu banyak upaya untuk meminangnya. Bahkan bisa dikatakan, jadi rebutan para bos untuk bisa mendapatkannya. Iming-iming harga fantastis coba dilakukan untuk merayu Indra.

“Tawaran sih sudah pasti, ada beberapa lah yang datang serius. Tapi Alhamduillah, untuk sekarang Awe we tidak dijual.”

Hal yang cukup menarik, Awe we hariannya di dalam kandang tangkar bersama betina, lengkap dengan glodoknya. Pakan harian biasa saja, pagi diberi pakan milet putih, minumnya pakai air putih biasa. Pakan dan minum harus selalu diganti-ganti. Kandang juga harus selalu bersih.

Bila hendak lomba, baru dicabut pada malam hari H-nya. Misal lomba hari Minggu, hari Sabtu malam baru dicabut dari kandang glodok, kemudian dimandikan, selanjutnya diablak sampai pagi. Pagi hari dimandikan lagi, terus dianginkan.

Kalau bulu sudah agak kering dan mulai nembak-nembak, langsung dikerodong, siap di bawa ke tempat lomba. Sampai di lapang, kembali dimandikan, diangin-anginkan lagi. Setelah bulu kering, kembali dikerodong.  Menjelang digantang, pangkringan dibasahi terlebih dahulu.

dikutib dari burungnews.com

0 Response to "Kisah Unik love BIRD AWE WE Pejantan Tangguh Dari Makasar"

Posting Komentar